Doktrin predestinasi atau pradestinasi adalah konsep teologis yang mengatakan bahwa Tuhan telah menentukan nasib seseorang sebelumnya, termasuk apakah seseorang akan diselamatkan atau tidak.
Konsep ini telah menjadi subjek perdebatan di antara berbagai denominasi agama dan beberapa keberatan yang sering diajukan termasuk:
Keberatan terhadap keadilan Tuhan: Keberatan ini sering muncul karena konsep predestinasi yang mengesampingkan kebebasan manusia. Seorang yang dianggap telah ditentukan untuk diselamatkan atau tidak diselamatkan, bahkan sebelum ia lahir, dapat menimbulkan pertanyaan tentang keadilan Tuhan.
Mengurangi pentingnya tindakan manusia: Konsep predestinasi dapat mengurangi kepentingan tindakan manusia dalam proses keselamatan. Jika Tuhan telah menentukan nasib seseorang sebelumnya, maka tindakan manusia mungkin menjadi tidak relevan dan tidak berarti.
Kontradiksi dengan konsep kebebasan manusia: Konsep predestinasi juga dapat menjadi kontradiktif dengan konsep kebebasan manusia. Jika Tuhan telah menentukan nasib seseorang sebelumnya, maka hal itu dapat berarti bahwa manusia tidak memiliki kebebasan untuk memilih.
Memunculkan rasa putus asa: Bagi mereka yang percaya bahwa mereka telah ditentukan untuk tidak diselamatkan, doktrin predestinasi dapat memunculkan rasa putus asa dan kehilangan harapan.
Tidak ada alasan untuk evangelisasi: Konsep predestinasi dapat mengurangi motivasi untuk melakukan evangelisasi. Jika Tuhan telah menentukan siapa yang akan diselamatkan, maka mengapa perlu berkhotbah atau menyebarkan kabar baik tentang Yesus Kristus?
Namun, meskipun ada keberatan terhadap doktrin predestinasi, pendapat ini masih dipertahankan oleh banyak denominasi agama dan banyak juga yang menganggap bahwa doktrin ini dapat diterima.
0 comments:
Post a Comment