Tuesday, April 4, 2023

Apa saja keberatan-keberatan terhadap doktrin penebusan terbatas

Doktrin penebusan terbatas adalah pandangan yang menyatakan bahwa Yesus Kristus mati hanya untuk menebus dosa-dosa orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk diselamatkan, yang dikenal sebagai "orang-orang pilihan" atau "jemaat pilihan".

Pandangan ini sering diperdebatkan oleh beberapa kalangan. Beberapa keberatan terhadap doktrin penebusan terbatas antara lain:

Menimbulkan pertanyaan tentang keadilan dan belas kasihan Allah: Apakah adil jika Allah hanya memilih beberapa orang untuk diselamatkan sementara yang lain dibiarkan terhukum? Bagaimana bisa Allah mengklaim sebagai Allah yang penuh belas kasihan jika Dia hanya memberikan keselamatan kepada sebagian kecil orang saja?

Tidak konsisten dengan pandangan kebebasan beragama: Jika penebusan terbatas benar, maka seseorang tidak dapat memilih untuk menjadi orang beriman atau tidak. Ini bertentangan dengan pandangan kebebasan beragama yang memungkinkan setiap orang untuk memilih agamanya sendiri.

Tidak konsisten dengan kasih Allah yang universal: Allah adalah kasih yang universal, dan Dia mencintai semua orang di dunia ini, tidak hanya orang-orang tertentu yang dipilih-Nya. Oleh karena itu, pandangan yang menyatakan bahwa keselamatan hanya tersedia bagi sebagian kecil orang tampak tidak konsisten dengan kasih Allah yang universal.

Bertentangan dengan pandangan bahwa Yesus Kristus mati untuk semua orang: Beberapa kitab suci Kristen, termasuk Surat Roma, menyatakan bahwa Yesus Kristus mati untuk semua orang, bukan hanya untuk beberapa orang yang dipilih-Nya. Oleh karena itu, pandangan penebusan terbatas bertentangan dengan pandangan tersebut.

Memperkuat pemisahan dan diskriminasi antara orang-orang beriman dan non-beriman: Pandangan penebusan terbatas dapat memperkuat pemisahan dan diskriminasi antara orang-orang beriman dan non-beriman. Orang-orang yang tidak dipilih oleh Allah untuk diselamatkan mungkin merasa diabaikan atau dianggap tidak berharga oleh orang-orang beriman yang memegang pandangan tersebut.

0 comments:

Post a Comment