“Aku telah meninggalkan kediaman-Ku, telah membuangkan negeri milik-Ku; Aku telah menyerahkan buah hati-Ku ke dalam tangan musuhnya. Negeri milik-Ku sudah menjadi seperti singa di hutan bagi-Ku; ia mengeraskan suaranya menentang Aku, sebab itu Aku membencinya. Negeri milik-Ku sudah menjadi seperti burung belang bagi-Ku; burung-burung buas mengerumuninya. Ayo, kumpulkanlah segala binatang di padang, bawalah untuk menghabiskannya! Banyak gembala telah merusakkan kebun anggur-Ku, memijak-mijak tanah-Ku, dan membuat tanah kedambaan-Ku menjadi padang gurun yang sunyi sepi. Ya, mereka telah membuatnya sunyi sepi, sunyi sepi tanah itu berkabung di hadapan-Ku! Sunyi sepi sekarang segenap negeri itu, tetapi tidak ada orang yang memperhatikannya” (Yeremia 12:7-11).
Allah menghendaki kesetiaan umat-Nya. Berulang kali IA memberi kesempatan pada Israel untuk berbalik dan meninggalkan segala hal yang jahat. Namun, ketidaksetiaan Israel kepada Allah, telah membuat Allah murka.
Akibat ketidaksetiaan:
- Aku telah meninggalkan kediaman-Ku. Banyak hal yang bisa membuat kita berpaling dari Allah sehingga kita menghabiskan waktu dan perhatian kita bukan kepada Allah melainkan kepada 'allah' lain. Kondisi seperti ini, banyak orang tidak menyadari bahwa pelan tapi pasti dirinya sudah terpisah dari Tuhan.
- Aku telah membuang negeri milik-Ku. Ketidaksetiaan tidak bisa disanding dengan kesetiaan. Jika kita dengan mudah bisa tidak setia dengan Tuhan, coba renungkan apakah tidak lebih mudah lagi bagi Tuhan untuk membiarkan kita dan membuang kita? Tuhan bisa buat apa saja dengan tingkah laku kita yang tidak setia. Bila Ia diam seolah membiarkan, bukan karena Ia kompromi, tetapi seharusnya itu jadi peringatan bagi kita dan seharusnya kita menyesal.
- Aku menyerahkan buah hati-Ku ke dalam tangan musuh. Jangan sampai ini terjadi di dalam hidup kita. Lebih baik jatuh di tangan Tuhan, sekalipun kita di disiplin, dicambuk oleh-Nya, tetapi itu adalah bentuk kasih-Nya pada kita supaya kita sadar dan bertobat sungguh-sungguh. Daripada kita jatuh di tangan musuh, betapa parahnya hidup kita.
- Aku membencinya. Allah sangat membenci yang namanya TIDAK SETIA. Jadi jangan sampai kita berlaku tidak setia karena itu akan menjadikan kita seteru Allah.
-... bawalah untuk menghabiskannya. Ketidaksetiaan menghabiskan segala sesuatu. Coba kita berpikir dengan logika, orang yang tidak setia dengan keuangan, cepat atau lambat akan jatuh miskin. Orang tidak setia dengan pasangan, cepat atau lambat akan mengalami chaos di dalam pernikahan. Apalagi orang tidak setia pada Tuhan, apa yang bisa ia pertahankan?? TIDAK ADA!
- Menjadi padang gurun yang sunyi. Ketidaksetiaan membuat kita dilupakan. Tidak ada manusia mau hidup dengan orang yang tidak setia, bukan? Kalau manusia saja enggan, lalu bagaimana dengan Tuhan? Betapa sunyinya dan kosongnya hidup kita bila itu terjadi.
Belajar dari kesalahan Israel, berbaliklah dan bertobat sungguh-sungguh. Tuhan masih membuka pintu anugerahNya, jangan sia-siakan. Setia dan sungguh-sungguhlah pada Tuhan. (LA)
0 comments:
Post a Comment