“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku" (Yohanes 15:8).
Ada sebuah perkataan yang sering kita dengar, yang sepertinya mengandung kebenaran yang sempurna, yakni: “Lebih penting jemaat berjumlah sedikit, tetapi berkualitas, dibandingkan jumlahnya banyak namun tidak berkualitas”. Kalimat ini seperti mengandung kebenaran yang sempurna dan absolut. Lalu ditambah lagi dengan pernyataan bahwa murid Tuhan Yesus pun hanya berjumlah 12 orang. Itu pun, satu gagal.
Sebagai pemilik kebun, yang diharapkan pastilah hasil buah yang banyak. Tuhan Yesus sering mengumpamakan dirinya adalah pokok (pohon) anggur dan Bapa-Nya adalah pemilik kebun anggur. Yesus, sebagai pokok anggur, tidak pernah berbicara atau meragukan kualitas anggur yang tumbuh dari carang-Nya karena Ia yakin kualitas buah yang tumbuh dari diri-Nya. Namun, yang Ia harapkan adalah kebun anggur-Nya "berbuah banyak" karena tujuan kebun anggur bukan hanya berbuah manis, tetapi berbuah lebat. Jika kebun anggur berbuah lebat maka Bapa-nya, sebagai pemilik kebun anggur, akan dipermuliakan.
Sekali lagi, banyak orang Kristen permisif lalu berkata, "Yang penting, kita ini setia kepada Tuhan." Padahal seharusnya kesetiaan dibuktikan dengan menghasilkan buah yang banyak, yang arti kongkretnya, kita menghasilkan banyak orang yang bertobat dan percaya kepada karya penebusan Kristus. Kesimpulannya, setiap kita yang menyebut diri murid Tuhan dan jemaat gereja Tuhan seharusnya melayani DENGAN SETIA, YANG TUJUANNYA MENGHASILKAN BUAH YANG BANYAK. Kita harus mencari tahu cara menghasilkan buah yang banyak.
Jika kita sebagai murid dan gereja Tuhan hanya menghasilkan buah yang minimal karena malas berubah atau karena terus memakai metode yang tidak cocok dan relevan, maka sebenarnya kita jemaat gereja yang tidak setia. (DD)
0 comments:
Post a Comment