Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah la: "Sudah selesai."” Lalu la menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.” (Yohanes 19:30)
Perayaan yang berhubungan dengan kematian, bukanlah sesuatu yang popular. Sebab, di mana ada kematian, di situ juga ada air mata. Kalau hari kelahiran dirayakan, itu suatu hal yang wajar-wajar saja. Karena peristiwa kelahiran dianggap sesuatu yang penting dan menyenangkan. Tetapi lain halnya dengan peristiwa kematian, jarang sekali dianggap sebagai sesuatu yang penting dan menyenangkan. Justru sebaliknya, peristiwa kematian selalu diiringi dengan kesedihan yang mendalam.
Kematian Kristus bagi orang beriman, adalah peristiwa yang besar dan merupakan sesuatu hal yang penting. Sebab, kematian-Nya berarti kehidupan bagi kita, kematian Kristus membuat surga menjadi pasti untuk orang-orang beriman. Kematian Kristus adalah jaminan untuk kita hidup
berkemenangan dan berkelimpahan. Kematian Kristus (Jumat Agung) adalah sesuatu yang penting, karena:
Pertama, kematian Kristus tidak ada hubungannya dengan air mata. Yesus mati karena Allah tahu batas kekuatan kita. Di mana kita pasti tidak sanggup membebaskan diri dari segala belenggu dosa, tanpa adanya penumpahan darah Kristus. Artinya, tanpa kematian Yesus tidak ada jalan keselamatan bagi manusia.
Kedua, kematian Kristus tidak ada hubungannya dengan kegagalan. Kematian Yesus adalah bagian dari rencana Allah, yaitu untuk menggenapi janji-janji Allah bagi umat-Nya. Yohanes 19:28, “Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah la--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--"Aku haus!".
Ketiga, Kematian Kristus tidak ada hubungannya dengan akhir. Sebab dengan Kristus mati, maka ada kebangkitan. Dengan kebangkitan-Nya maka kita menerima kuasa, yaitu kuasa kebangkitan dari Allah. Artinya, kuasa yang telah membangkitkan Kristus, itu juga akan membangkitkan kita orang-orang percaya dari kematian dan meraih kehidupan kekal.
Dengan kematian Kristus, kita akan hidup dalam kuasa Allah dan dapat hidup dengan sukacita dan damai sejahtera, serta hidup kita mempunyai kepastian di dalam Kristus. Yohanes 19:30, la berkata ”Sudah selesai!”. Berati bagi Yesus, salib bukan hanya sekedar penderitaan, siksaan, kesedihan dan kepedihan, tetapi bagi Yesus salib adalah sebuah tugas. Kalau kita tahu bahwa salib itu tugas, maka suka atau tidak suka kita harus menyelesaikannya dengan kemenangan yang besar, karena itu tugas dari Allah. Sehingga kita yang percaya kepada Kristus dapat menyelesaikan tugas pelayanan kita sampai akhir hayat dengan kemenangan. Amin (AU)
0 comments:
Post a Comment