Monday, May 1, 2023

AKU BUKAN MESIAS

“Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. (29) Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh” (Yohanes 3:28-29) 

Tidak ada yang menyangsikan integritas dan pelayanan Yohanes Pembaptis. Walaupun ia tidak membuat satu pun tanda mujizat, tetapi orang begitu menghormatinya. Karena cara hidup Yohanes yang radikal, banyak orang yang mengira bahwa ia adalah Mesias. Namun, dengan tegas ia berkata bahwa ia bukan Mesias, ia adalah pembuka jalan yang mempersiapkan kedatangan Mesias. 

Ia bukan Mesias, ia menyebut dirinya adalah sahabat mempelai yang mendampingi Sang Mempelai, yaitu Yesus, Sang Mesias. Ia bersukacita penuh telah menjadi pendamping mempelai pria yang menyiapkan pernikahan mempelai, demikianlah Yohanes mengibaratkan dirinya. Itulah sebabnya Ia juga berkata, "Ia harus semakin besar, dan aku harus semakin kecil" (Yohanes 3:30). Yohanes memang harus semakin menepi ketika mempelai pria telah hadir. Perkataannya bahwa ia harus semakin kecil dibuktikan dengan kerelaannya mengijinkan muridnya untuk menjadi murid Yesus. 

(35) Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. (36) Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!" (37) Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. (Yohanes 1:35-37) 

Peranan Yohanes Pembaptis sangat luar biasa dan jauh melebihi apa yang kita pikirkan. Bagaimana mungkin ada orang yang sedemikian rupa bekerja keras dan berintegritas, tetapi bukan untuk kesuksesan dirinya sendiri. Bisakah praktek kehidupan Yohanes ini menjadi teladan kita, atau memang hanya Yohanes saja yang terpanggil menjadi orang  yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kesuksesan orang lain? Lalu apa yang didapatkan Yohanes?

Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes (Lukas 7:28) 

Akibat panggilannya yang luar biasa sebagai pembuka jalan, kepala Yohanes terpisah dari tubuhnya. Namun, Yohanes mendapat pujian  yang luar biasa. Yesus mengatakan, di antara  yang dilahirkan perempuan, tidak yang lebih besar dari Yohanes. Pertanyaannya, apakah kita juga bisa memiliki panggilan semulia Yohanes, menjadi pembuka jalan bagi kesuksesan orang lain? Pasti pujian seperti yang diterima Yohanes yang kita harapkan, tetapi jalan hidup sebagai pembuka jalan yang harus mengorbankan diri seluruhnya pastilah bukan cita-cita kita. Bagaimana menurut Anda? (DD) 

0 comments:

Post a Comment